Minggu, 16 Januari 2011

BIOGRAFI PAKOEBOEWONO IX




Sri Susuhunan Pakubuwana IX (lahir: Surakarta, 1830 – wafat: Surakarta, 1893) adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 18611893.

Kisah Pemerintahan

Nama aslinya adalah Raden Mas Duksino, putra Pakubuwana VI. Ia masih berada di dalam kandungan ketika ayahnya dibuang ke Ambon oleh Belanda karena mendukung pemberontakan Pangeran Diponegoro. Ia sendiri kemudian lahir pada tanggal 22 Desember 1830.
Pakubuwana IX naik takhta menggantikan Pakubuwana VIII (paman ayahnya) pada tanggal 30 Desember 1861. Pemerintahannya ini banyak dilukiskan oleh Ronggowarsito dalam karya-karya sastranya, misalnya dalam Serat Kalatida.
Hubungan antara Pakubuwana IX dengan Ronggowarsito sendiri kurang harmonis karena fitnah pihak Belanda bahwa Mas Pajangswara (ayah Ronggowarsito yang menjabat sebagai juru tulis keraton) telah membocorkan rahasia persekutuan antara Pakubuwana VI dengan Pangeran Diponegoro. Akibatnya, Pakubuwana VI pun dibuang ke Ambon. Hal ini membuat Pakubuwana IX membenci keluarga Mas Pajangswara, padahal juru tulis tersebut ditemukan tewas mengenaskan karena disiksa dalam penjara oleh Belanda.
Ronggowarsito sendiri berusaha memperbaiki hubungannya dengan raja melalui persembahan naskah Serat Cemporet. Saat itu karir Ronggowarsito sendiri sudah memasuki senja. Ia mengungkapkan kegelisahan hatinya melalui Serat Kalatida, karyanya yang sangat populer.
Dalam Serat Kalatida, Ronggowarsito memuji Pakubuwana IX sebagai raja bijaksana, namun dikelilingi para pejabat yang suka menjilat mencari keuntungan pribadi. Zaman itu disebutnya sebagai Zaman Edan.
Pemerintahan Pakubuwana IX berakhir saat kematiannya pada tanggal 16 Maret 1893. Ia digantikan putranya sebagai raja Surakarta selanjutnya, bergelar Pakubuwana X

 

foto : Echtgenote van Pakoe Boewono IX te Soerakarta

         

SAMPEYANDALEM HINGKANG SINUHUN KANGDJENG SUSUHUNAN PAKOEBOEWANA SENAPATI ING NGALAGA ABDULRACHMAN SAYIDIN PANATA GAMA KALIFATULAH HINGKANG KAPING IX
 DI NAGARA KARATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT

          

Putra dari Sampeyandalem Hingkang Sinuhun P.B.VI, yang dilahirkan dari Istr Permaisuri yang bernama G.K.R. Ageng  putri dari K.G.P.Adip. Mangkubumi I di Surakarta putra nomer 5, yang bernama kecil B.R.M.G. Duksino.

Alur Silsilah  Sampeyandalem Hingkang Sinuhun P.B.IX dari Ibunda G.K.R. Ageng, yaitu :
1.      Pangeran Adipati Benawa di Pajang, berputra :
2.      Pangeran Kaputran di Pajang, berputra :
3.      Pangeran Danupoyo, berputra :
4.      Ki Singaprana di Walen, berputra :
5.      Kyai Ageng Singaprana, berputra :
6.      Ki Singawangsa, berputra :
7.      R.Tasikwulan istri selir K.G.P.Adip.Mangkubumi, berputra :
8.      G.K.R.Ageng istri permaisuri Sri Susuhunan P.B.VI, berputra :
9.      Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan P.B.IX, bernama kecil B.R.M.G. Duksino.

Sri Susuhunan P.B.IX tidak mempunyai istri Permaisuri.
Istri selir bernama R.Ay.Kustiyah (cucu Sri Susuhunan P.B.VIII).
Istri selir Sri Susuhunan P.B.IX, yang bernama Raden Larasati atau R.Ay.Mandayaprana, berputra 1 orang yang bernama G.R.M. Suwito, meninggal di usia muda, jadi Beliau tidak mempunyai keturunan.

Tanggal kelahiran Beliau pada hari Rabu Kliwon 7 Saban 1758 jawa, atau 22 Desember 1830 M.
Diwisuda menjadi K.G.P.H. Prabuwijoyo, disaat Beliau berumur 17 tahun pada tanggal 21 Juni 1847 M.
Penobatan menjadi Raja pada tanggal 30 Desember 1861 M.
Wafat Beliau pada hari Jumat Legi 28 Ruwah 1822 jawa, atau 16 Maret 1893, pada usia 64 tahun 1 bulan 21 hari.

Istri selir Sri Susuhunan P.B.IX ada 53 orang, yang berputra ada 29 orang, dan yang tidak berputra 24 orang.
Sedangkan para putra-putri Sri Susuhunan P.B.IX ada 58 orang.
Adapun rinciannya sebagai berikut :

1.      K.G.P.H. Prabuwijoyo bernama kecil G.R.M. Adamadi
2.      G.R.Ay. Suryodipuro, bernama kecil G.R.Aj.Samsikin.
3.      K.G.P.H. Mataram, bernama kecil G.R.M.Kanapi
4.      G.R.Ay.Wiryodiningrat,bernama kecil G.R.Aj.Rachmaniyah.
5.      G.P.H.Notokusumo bernama kecil G.R.M.Suroto
6.      G.R.Ay. Sumaningrat, bernama kecil G.R.Aj.Samsimah.
7.      G.P.H. Hadikusumo, bernama kecil G.R.M. Rahmad.
8.      G.R.Aj.Samsiyah, meninggal di usia masih muda.
9.      G.R.Aj. Suratiah, meninggal di usia masih muda.
10.  G.R.Ay.A.Sosrodiningrat, bernama kecil G.R.Aj.Samsinah.
11.  G.P.H. Mloyokusumo I, bernama kecil G.R.M. Sutrisno, meninggal dan tidak mempunyai keturunan.
12.  G.P.H. Nyokrokusumo, bernama kecil G.R.M. Sanitiyasa.
13.  G.R.Ay. Brotokusumo, bernama kecil  G.R.Aj. Siti Suwiyah.
14.  G.R.Aj. Siti Kabibah, meninggal di usia dewasa.
15.  G.R.Ay. Purbonegoro, bernama kecil G.R.Aj. Umi Kaltum
16.  G.R.Aj. Siti Ruwiyah, meninggal di usia muda.
17.  G.P.H. Cakraningrat, bernama kecil G.R.M. Susetya, meninggal dan tidak berputra.
18.  G.R.Ay. Suryonegoro, bernama kecil  G.R.Aj. Kamariyah.
19.  G.R.M. susanto, meninggal di usia dewasa.
20.  G.P.H. Pakuningrat, bernama kecil G.R.M. Imam Dawut.
21.  G.P.H. Kusumodiningrat, bernama kecil G.R.M. Guntur.
22.  G.P.H. Prabuningrat, bernama kecil G.R.M. Sutindro.
23.  G.R.Aj. Sudarmi, meninggal di usaia muda.
24.  G.P.H. Purbodiningrat, bernama kecil G.R.M. Abadi (G.R.M.Koesen).
25.  G.R.Ay.Jayaningrat, bernama kecil G.R.Aj. Sutaji.
26.  G.R.Ay.Pawiraningrat, bernama kecil G.R.Aj.Siti Kabirin.
27.  G.R.Aj.Siti Suimah, meninggal di usia muda.
28.  G.R.Aj.Sulalis, meninggal di usia dewasa
29.  G.P.H. Cokrodiningrat, bernama kecil G.R.M. Satriyo.
30.  G.R.Ay.Yudonegoro, bernama kecil G.R.Aj.Saptirin
31.  Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan P.B.X, bernama kecil B.R.M.G. Malikul Choesno.
32.  G.R.M. Sunoto, meninggal di usia muda.
33.  G.R.Ay.Danuningrat, bernama kecil G.R.Aj.Siti Mulat.
34.  G.P.H. Cakraningrat II, bernama kecil G.R.M. Sudarmaji
35.  G.R.Aj.Sutati, meninggal di usia dewasa.
36.  G.R.Ay. Brotojoyo, bernama kecil G.R.Aj. Siti Atikah.
37.  G.R.Ay.Adip. Joyohadiningrat, bernama kecil G.R.Aj. Muryati.
38.  G.P.H. Kusumodilogo, bernama kecil G.R.M. Sudarmojo.
39.  G.R.M. Sudarmadi, meninggal di usia dewasa.
40.  G.R.Ay.Condronegoro, bernama kecil G.R.Aj. Sudinah.
41.  G.R.Ay. Joyodiningrat, bernama kecil G.R.Aj. Suliyah.
42.  G.R.M. Danangjoyo, meninggal di usia muda.
43.  G.R.M. Suseda, meninggal di usia muda.
44.  G.R.M. Minak Sunoyo, meninggal di usia dewasa.
45.  G.P.H. Mangkudiningrat, bernama kecil G.R.M. Subakdo.
46.  G.P.H. Hadiningrat, bernama kecil G.R.M. Harjuna.
47.  G.R.Ay.Condronegoro, bernama kecil G.R.Aj. Suparti.
48.  G.P.H. Mloyokusumo, bernama kecil G.R.M. Wiyadi.
49.  G.R.M. Ibnu Mulki, meninggal di usia muda.
50.  G.P.H. Sontokusumo, bernama kecil G.R.M. Rustamaji.
51.  G.P.H. Prabumijoyo, bernama kecil G.R.M. Siswaji.
52.  G.R.Aj. Siti Imamah, meninggal di usia muda.
53.  G.R.M. Suwito, meninggal di usia muda.
54.  G.R.Ay. Mangkukusumo, bernama kecil G.R.Aj. Sejarah Bangun.
55.  G.R.M. Pamade, meninggal di usia dewasa.
56.  G.P.H. Notodiningrat, bernama kecil G.R.M. Janoko.
57.  G.R.M. Sutrono, meninggal di usia muda.
58.  G.P.H. Prabuwinoto, bernama kecil G.R.M. Narayana

Kepustakaan

·       Andjar Any. 1980. Raden Ngabehi Ronggowarsito, Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu
·       Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu
·       M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Situs ini sudah dipersiapkan oleh penulis sejak tahun 2004, hanya baru diterbitkan pada tahun 2011 ini.
Situs ini sudah dipersiapkan oleh penulis sejak tahun 2004, hanya baru diterbitkan pada tahun 2011 ini.
Selain itu pembaca dapat melihat dan membaca pada
RM.Koesen dan juga pada

Untuk pendataan kembali anak keturunan Sinuwun Pakoeboewono IX dapat menghubungi alamat e-mail: rm.soegiyo@yahoo.com, pembaca dapat pula membaca di www.siskspakoeboewonoix.co.cc
atau di alamat Sekretariat Sentonodalem Sinuwun Pakoeboewono IX

Adapun pendataan Trahdalem dan Sentanadalem Pakoe Boewono ini kami lakukan, oleh karena alasan-alasan seperti dibawah ini:

1.Perlu adanya buku cetakan ,yang serupa dengan jejaring sosial,maupun data base dan juga website maupun blogspot yang menginformasikan anak-anak keturunan Pakoe Boewono, karena selama ini data di Karaton Soerakarta terkesan acak-acakan, yang seringkali menyebabkan kekecewaan pada anak-anak keturunan Pakoe Boewono.
2.Perlu juga adanya paguyuban Pakoe Boewono yang Independent, yang tidak ada kaitannya dengan pergantian pejabat/Pengageng Kasentanan atau Kusumawandowo, Karena perlu pula diketahui bahwa setiap pergantian pejabat/Pengageng Kasentanan pasti tidak ada pelimpahan/serah terima dari pejabat/Pengageng lama ke pejabat/Pengageng baru (dikarenakan banyak penghilangan data-data dan manipulasi data-data di kantor Kasentanan).
3.Dipandang perlu pula membentuk Paguyuban Pakoe Boewono yang Independent yang tidak ikut-ikutan pada konflik Raja kembar (karena ada anggapan pula dari Kanjeng Pangeran Widijatmo Sontodipuro, bahwa: " biarlah itu mengenai Raja Kembar itu urusan mereka (keturunan/anak-anak kandung PB.XII red.), itu seperti halnya hak warisan, kita rakyat (kawula red.) tidak berhak ikut-ikutan, karena kita bukan pewarisnya"). Jadi ada kecenderungan anggapan bahwa Karaton Surakarta adalah milik warisan dari Pb.XII dan anak-anak kandungnya PB.XII, yang hal ini dikhawatirkan menimbulkan sifat dan sikap arogansi mengenai pendataan perihal Trahdalem dan Sentanadalem pada anak-anak kandungnya PB.XII terhadap anak-anak keturunan Pakoe Boewono I sampai dengan XI.

Untuk pendataan kembali anak keturunan Sinuwun Pakoeboewono  dapat menghubungi alamat e-mail: . Dan dapat pula menghubungi di 085867915771.
atau di alamat Sekretariat Sentonodalem Sinuwun Pakoeboewono;
 www.pakoeboewono.blogspot.com
(apabila anda mengiklankan di blog atau web kami mohon hubungi  di alamat e-mail kami  atau nomer handphone kami),ukuran iklan berapapun dan posisi penempatan dari iklan kami menyediakan



Diberitahukan kepada semua pembaca dan semua sentanadalem Pakoe Boewono apabila ingin berkorespondensi dengan kami lewat email silakan menghubungi kami di :
prince.ariyo777@gmail.com, panji220478@yahoo.co.id dan pangeransoerakarta@yahoo.com,
Mohon dikirim kesemua alamat e-mail diatas.

Hormat kami,

RM.Soegiyo




(Vertaald in Nederlandse taal)

BIOGRAFIE PAKOEBOEWONO IX

Sri Soesoehoenan Pakubuwana IX (geboren: Surakarta, 1830 - overleden: Surakarta, 1893) was

de koning, die regeerde de Surakarta Kasunanan jaren 1861 tot 1893.
Regering Handelingen

De oorspronkelijke naam was Raden Mas Duksino, zoon Pakubuwana VI. Hij is nog steeds in de

baarmoeder, toen zijn vader verwijderd naar Ambon door Nederland voor het ondersteunen van

de opstand van prins Diponegoro. Hij zich dan werd geboren op 22 december 1830.

IX Pakubuwana vervangen Pakubuwana VIII de troon besteeg (zijn vader oom) op 30 december

1861. Zijn regering wordt alom beschreven door Ronggowarsito in literaire werken, zoals de

Fibre Kalatida.

De relatie tussen self Ronggowarsito Pakubuwana IX met minder harmonieus als laster van de

Nederlandse zijde dat Mas Pajangswara (Ronggowarsito vader, die diende als klerk van het

paleis) is de geheime alliantie tussen Pakubuwana VI met prins Diponegoro gelekt. Als gevolg

hiervan werd Pakubuwana VI verbannen naar Ambon. Dit maakt Pakubuwana IX haat Pajangswara

Mas familie, terwijl klerken zielig zijn omdat martelingen werd dood aangetroffen in de

gevangenis door de Nederlandse.

Ronggowarsito zelf geprobeerd om de betrekkingen te verbeteren met de koning door het

aanbieden van Fibre Cemporet manuscript. Op dat moment Ronggowarsito eigen carrière waren

toegetreden tot de schemering. Hij uitte zijn bezorgdheid over Fibre Kalatida, zijn werk is

erg populair.

In Fibre Kalatida, Ronggowarsito geprezen Pakubuwana IX als een wijs koning, maar omringd

door ambtenaren die willen likken persoonlijk gewin te zoeken. Leeftijd is wel de tijd van

Madness.

IX Pakubuwana overheid eindigde bij zijn dood op 16 maart 1893. Hij verving zijn zoon als de

volgende koning van Surakarta, titel X Pakubuwana



foto: Echtgenote van te Soerakarta Pakoe Boewono IX

        

SAMPEYANDALEM HINGKANG SINUHUN KANGDJENG Soesoehoenan PAKOEBOEWANA Senapati ING NGALAGA

Abdul Rachman Sayidin PANATA GAMA KALIFATULAH HINGKANG Kaping IX

 IN Nagara Kasunanan Surakarta Sultanaat Palace
         

Zoon van Sampeyandalem Hingkang Sinuhun PBVI, die werd geboren uit Consort ISTR genaamd GKR

Ageng dochter van K. G. P. ADIP. Mangkubumi ik in Surakarta zoon nummer 5, die heet kleine

BRMG Duksino.


Chronologie Genealogie Sampeyandalem Hingkang Sinuhun PBIX van Moeder GKR Ageng, te weten:

1. Prins Duke Benawa op het beeldscherm, berputra:

2. Prins Kaputran op het beeldscherm, berputra:

3. Prins Danupoyo, berputra:

4. Ki Singaprana in Walen, berputra:

5. Kyai Ageng Singaprana, berputra:

6. Ki Singawangsa, berputra:

7. R. Tasikwulan KGPAdip.Mangkubumi concubine vrouw, berputra:

8. GKRAgeng vrouw keizerin Sri Soesoehoenan PBVI, berputra:

9. Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Kanjeng Soesoehoenan PBIX, genaamd kleine BRMG Duksino.


Sri Soesoehoenan PBIX geen vrouw Consort.

Vrouw concubine genaamd R.Ay.Kustiyah (kleinzoon van Sri Soesoehoenan PBVIII).

Sri Soesoehoenan PBIX concubine vrouw, wiens naam was Raden Lara of R.Ay.Mandayaprana,

berputra 1 persoon genaamd GRM Suwito, overleden op jonge leeftijd, dus hij heeft geen

nakomelingen.


Geboortedatum van Hij op woensdag 7 Kliwon 1758 Saban Java, of 22 december 1830 AD

Afstuderen wordt K.G.P.H. Prabuwijoyo, toen hij 17 jaar oud op 21 juni 1847 AD

Kroning van de koning op 30 december 1861 AD

Hij overleed op vrijdag 28 Legi Ruwah 1822 Java, of 16 maart 1893, op 64-jarige leeftijd

jaar en 1 maand 21 dagen.


Sri Soesoehoenan PBIX concubine vrouw is 53 mensen, die berputra zijn er 29 mensen, en die

niet berputra 24 personen.

Terwijl de zonen en dochters van Sri Soesoehoenan PBIX 58 mensen daar.

De details zijn als volgt:


1. K.G.P.H. Prabuwijoyo genaamd kleine G.R.M. Adamadi

2. G.R.Ay. Suryodipuro, genaamd kleine G.R.Aj.Samsikin.

3. K.G.P.H. Mataram, genaamd kleine G. R. M. Kanapi

4. GRAy.Wiryodiningrat, genaamd kleine GRAj.Rachmaniyah.

5. P. G. H. Notokusumo naam minderjarige G. R. M. Suroto

6. G.R.Ay. Sumaningrat, genaamd kleine G.R.Aj.Samsimah.

7. G.P.H. Hadikusumo, genaamd kleine G.R.M. Rahmat.

8. G.R.Aj.Samsiyah, overleden op jonge leeftijd.

9. G.R.Aj. Suratiah, overleden op jonge leeftijd.

10. GRAy.A.Sosrodiningrat, genaamd kleine GRAj.Samsinah.

11. G.P.H. Mloyokusumo I, genaamd kleine G.R.M. Sutrisno, overleden en had geen

nakomelingen.

12. G.P.H. Nyokrokusumo, genaamd kleine G.R.M. Sanitiyasa.

13. G.R.Ay. Brotokusumo, genaamd kleine G.R.Aj. Siti Suwiyah.

14. G.R.Aj. Siti Kabibah, overleden op de leeftijd van volwassenheid.

15. G.R.Ay. Purbonegoro, genaamd kleine G.R.Aj. Umi Kaltum

16. G.R.Aj. Siti Ruwiyah, overleden op jonge leeftijd.

17. G.P.H. Cakraningrat, genaamd kleine G.R.M. Susetya, stierf en werd niet berputra.

18. G.R.Ay. Suryonegoro, genaamd kleine G.R.Aj. Kamariyah.

19. G.R.M. Susanto, overleden op de leeftijd van volwassenheid.

20. G.P.H. Pakuningrat, genaamd kleine G.R.M. Imam Dawut.

21. G.P.H. Kusumodiningrat, genaamd kleine G.R.M. Guntur.

22. G.P.H. Prabuningrat, genaamd kleine G.R.M. Sutindro.

23. G.R.Aj. Sudan, is overleden in jonge usaia.

24. G.P.H. Purbodiningrat, genaamd kleine G.R.M. Abadi (G. R. M. Koesen).

25. G.R.Ay.Jayaningrat, genaamd kleine G.R.Aj. SUTAJI.

26. GRAy.Pawiraningrat, genaamd kleine GRAj.Siti Kabirin.

27. G.R.Aj.Siti Suimah, overleden op jonge leeftijd.

28. G.R.Aj.Sulalis, overleden op de leeftijd van de toestemming

29. G.P.H. Cokrodiningrat, genaamd kleine G.R.M. Satriyo.

30. G.R.Ay.Yudonegoro, genaamd kleine G.R.Aj.Saptirin

31. Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Kangjeng Soesoehoenan PBX, de zogenaamde kleine BRMG

Malikul Choesno.

32. G.R.M. Sunoto, overleden op jonge leeftijd.

33. GRAy.Danuningrat, genaamd kleine GRAj.Siti Mulat.

34. G.P.H. Cakraningrat II, genaamd kleine G.R.M. Sudarmaji

35. G.R.Aj.Sutati, overleden op de leeftijd van volwassenheid.

36. G.R.Ay. Brotojoyo, genaamd kleine G.R.Aj. Siti Atikah.

37. G.R.Ay.Adip. Joyohadiningrat, genaamd kleine G.R.Aj. Muryati.

38. G.P.H. Kusumodilogo, genaamd kleine G.R.M. Sudarmojo.

39. G.R.M. Sudarmadi, overleden op de leeftijd van volwassenheid.

40. G.R.Ay.Condronegoro, genaamd kleine G.R.Aj. Sudinah.

41. G.R.Ay. Joyodiningrat, genaamd kleine G.R.Aj. Suliyah.

42. G.R.M. Danangjoyo, overleden op jonge leeftijd.

43. G.R.M. Suseda, overleden op jonge leeftijd.

44. G.R.M. Minak Sunoyo, overleden op de leeftijd van volwassenheid.

45. G.P.H. Mangkudiningrat, genaamd kleine G.R.M. Subakdo.

46. G.P.H. Sultanaat, genaamd kleine G.R.M. Harjuna.

47. G.R.Ay.Condronegoro, genaamd kleine G.R.Aj. Suparti.

48. G.P.H. Mloyokusumo, genaamd kleine G.R.M. Wiyadi.

49. G.R.M. Ibn Mulki, overleden op jonge leeftijd.

50. G.P.H. Sontokusumo, genaamd kleine G.R.M. Rustamaji.

51. G.P.H. Prabumijoyo, genaamd kleine G.R.M. Siswaji.

52. G.R.Aj. Siti imamaat, overleden op jonge leeftijd.

53. G.R.M. Suwito, overleden op jonge leeftijd.

54. G.R.Ay. Mangkukusumo, genaamd kleine G.R.Aj. Bouwen geschiedenis.

55. G.R.M. Pamade, overleden op de leeftijd van volwassenheid.

56. G.P.H. Notodiningrat, genaamd kleine G.R.M. Janoko.

57. G.R.M. Sutrono, overleden op jonge leeftijd.

58. G.P.H. Prabuwinoto, genaamd kleine G.R.M. Narayana
Literatuur

· Elke Andjar. 1980. Raden Ngabehi Ronggowarsito, What Happened? Semarang: Aneka Wetenschap

· Purwadi. 2007. Geschiedenis van de koningen van Java. Yogyakarta: Mediastudies

· M.C. Ricklefs. 1991. Geschiedenis van het moderne Indonesië (terj.). Yogyakarta: Gadjah

Mada University Press


Deze site is opgesteld door de auteur sinds 2004, maar net publiceerde dit in 2011.
Daarnaast kunnen lezers zien en te lezen op
RM.Koesen en ook op
KELUARGA PAKOE BOEWONO.


Voor het nageslacht gegevens terug Sinuwun Pakoeboewono IX kan e-mail adres contact opnemen

met: , kunnen lezers ook lezen in www.siskspakoeboewonoix.co.cc

of op het secretariaat adres Sentonodalem Sinuwun Pakoeboewono IX


Het verzamelen van gegevens Trahdalem en Sentanadalem  Pakoe  Boewono we doen, omdat de redenen zoals hieronder:

1.behoeften het gedrukte boek, dat vergelijkbaar is met sociale netwerken, en de database en ook de website of blogspot dat kinderen Pakoe Boewono afkomst informeert, want al deze data in Surakarta Palace onder de indruk in wanorde, die vaak tot teleurstelling geleid bij kinderen Pakoe Boewono afkomst.
2.behoeften ook een gemeenschap Pakoe Boewono de Onafhankelijke, die niets te maken met de verandering van ambtenaren / Pengageng Kasentanan of Kusumawandowo heeft, want ook in gedachten houden dat elke verandering van ambtenaren / Kasentanan beslist Pengageng geen overdracht / overdracht van ambtenaren / Pengageng oud aan de officieren / Pengageng nieuwe (door het verwijderen van de vele gegevens en data manipulatie in het kantoor Kasentanan).
3.Het ook noodzakelijk om de Society of Independent Pakoe Boewono een bandwagon dat niet in strijd is Koning tweelingen (vast te stellen, want het was goed gedacht Kanjeng Prins Widijatmo Sontodipuro, dat: "laat het over de koning van tweelingen is dat zijn zaak (erfelijk / biologische kinderen PB. XII ed..), het is net als erfrecht, zijn wij, het volk (vakken ed..) geen recht op de bandwagon, want we zijn niet de erfgenamen "). Dus er is een neiging van de veronderstelling dat de Surakarta Palace behoort tot de erfenis van Pb.XII en PB.XII biologische kinderen, dat het bezorgdheid over de aard en de houding van arrogantie en Sentanadalem Trahdalem met betrekking tot het verzamelen van gegevens over de biologische PB.XII kinderen tegen verhoogt kinderen nakomelingen Pakoe Boewono I door middel van XI.

Voor de gegevens terug  Sinuwun Pakoeboewono afstammelingen kunnen contact opnemen met e-mail  adres: rm.soegiyo @ yahoo.com.
of op het secretariaat  adres Sentonodalem Sinuwun Pakoeboewono;
 www.pakoeboewono.blogspot.com
(Als  u adverteert op onze blog of website kunt u voor andere maten contact op met de e-mail ons (rm.soegiyo@yahoo.com) of onze telefoonnummer),het even welke grootte de advertentie grootte en plaatsing van reclame voor de positie die we leveren.



(Translated into English)

BIOGRAPHY PAKOEBOEWONO IX

Sri Susuhunan Pakubuwana IX (born: Surakarta, 1830 - died: Surakarta, 1893) was the king who

ruled the Surakarta Kasunanan years 1861 to 1893.
Government Acts

Its original name was Raden Mas Duksino, son Pakubuwana VI. He is still in the womb when his

father removed to Ambon by the Netherlands for supporting the rebellion of Prince

Diponegoro. He himself then was born on December 22, 1830.

IX Pakubuwana replace Pakubuwana VIII ascended the throne (his father's uncle) on December

30, 1861. His government is widely described by Ronggowarsito in literary works, such as the

Fibre Kalatida.

The relationship between self Ronggowarsito Pakubuwana IX with less harmonious as slander

the Dutch side that Mas Pajangswara (Ronggowarsito father who served as clerk of the palace)

has been leaked the secret alliance between Pakubuwana VI with Prince Diponegoro. As a

result, Pakubuwana VI was exiled to Ambon. This makes Pakubuwana IX hate Pajangswara Mas

family, whereas clerks are pathetic because torture was found dead in jail by the Dutch.

Ronggowarsito himself tried to improve its relations with the king through the offering of

Fibre Cemporet manuscript. At that time Ronggowarsito own career had entered the twilight.

He expressed his anxiety over Fibre Kalatida, his work is very popular.

In Fibre Kalatida, Ronggowarsito praised Pakubuwana IX as a wise king, but surrounded by

officials who like to lick seek personal gain. Age is called the Time of Madness.

IX Pakubuwana government ended at his death on March 16, 1893. He replaced his son as the

next king of Surakarta, title X Pakubuwana



photo: Echtgenote van te Soerakarta Pakoe Boewono IX

        

SAMPEYANDALEM HINGKANG SINUHUN KANGDJENG Susuhunan PAKOEBOEWANA Senapati ING NGALAGA Abdul

Rachman Sayidin PANATA GAMA KALIFATULAH HINGKANG Kaping IX

 IN Nagara Kasunanan Surakarta Sultanate Palace
         

Son of Sampeyandalem Hingkang Sinuhun PBVI, who was born of Consort Istr named GKR Ageng

daughter of K. G. P. Adip. Mangkubumi I in Surakarta son number 5, which is called small

BRMG Duksino.


Chronology Genealogy Sampeyandalem Hingkang Sinuhun PBIX from Mother GKR Ageng, namely:

1. Prince Duke Benawa on Display, berputra:

2. Prince Kaputran on Display, berputra:

3. Prince Danupoyo, berputra:

4. Ki Singaprana in Walen, berputra:

5. Kyai Ageng Singaprana, berputra:

6. Ki Singawangsa, berputra:

7. R. Tasikwulan KGPAdip.Mangkubumi concubine wife, berputra:

8. GKRAgeng wife empress Sri Susuhunan PBVI, berputra:

9. Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan PBIX, named small BRMG Duksino.


Sri Susuhunan PBIX not have a wife Consort.

Wife concubine named R.Ay.Kustiyah (grandson of Sri Susuhunan PBVIII).

Sri Susuhunan PBIX concubine wife, whose name was Raden Lara or R.Ay.Mandayaprana, berputra

1 person named GRM Suwito, died at a young age, so he has no descendants.


Date of birth of He on Wednesday Kliwon 7 1758 Saban Java, or December 22, 1830 AD

Graduation becomes K.G.P.H. Prabuwijoyo, when he was 17 years old on June 21, 1847 AD

Coronation of the King on December 30, 1861 AD

He died on Friday Legi 28 Ruwah 1822 java, or March 16, 1893, at age 64 years 1 month 21

days.


Sri Susuhunan PBIX concubine wife is 53 people, who berputra there are 29 people, and who do

not berputra 24 people.

While the sons and daughters of Sri Susuhunan PBIX 58 people there.

The details are as follows:


1. K.G.P.H. Prabuwijoyo named small G.R.M. Adamadi

2. G.R.Ay. Suryodipuro, named small G.R.Aj.Samsikin.

3. K.G.P.H. Mataram, named small G. R. M. Kanapi

4. GRAy.Wiryodiningrat, named small GRAj.Rachmaniyah.

5. P. G. H. Notokusumo named minor G. R. M. Suroto

6. G.R.Ay. Sumaningrat, named small G.R.Aj.Samsimah.

7. G.P.H. Hadikusumo, named small G.R.M. Rahmat.

8. G.R.Aj.Samsiyah, died at a young age.

9. G.R.Aj. Suratiah, died at a young age.

10. GRAy.A.Sosrodiningrat, named small GRAj.Samsinah.

11. G.P.H. Mloyokusumo I, named small G.R.M. Sutrisno, died and had no descendants.

12. G.P.H. Nyokrokusumo, named small G.R.M. Sanitiyasa.

13. G.R.Ay. Brotokusumo, named small G.R.Aj. Siti Suwiyah.

14. G.R.Aj. Siti Kabibah, died at the age of adulthood.

15. G.R.Ay. Purbonegoro, named small G.R.Aj. Umi Kaltum

16. G.R.Aj. Siti Ruwiyah, died at a young age.

17. G.P.H. Cakraningrat, named small G.R.M. Susetya, died and was not berputra.

18. G.R.Ay. Suryonegoro, named small G.R.Aj. Kamariyah.

19. G.R.M. susanto, died at the age of adulthood.

20. G.P.H. Pakuningrat, named small G.R.M. Imam Dawut.

21. G.P.H. Kusumodiningrat, named small G.R.M. Guntur.

22. G.P.H. Prabuningrat, named small G.R.M. Sutindro.

23. G.R.Aj. Sudan, died in young usaia.

24. G.P.H. Purbodiningrat, named small G.R.M. Abadi (G. R. M. Koesen).

25. G.R.Ay.Jayaningrat, named small G.R.Aj. SUTAJI.

26. GRAy.Pawiraningrat, named small GRAj.Siti Kabirin.

27. G.R.Aj.Siti Suimah, died at a young age.

28. G.R.Aj.Sulalis, died at the age of consent

29. G.P.H. Cokrodiningrat, named small G.R.M. Satriyo.

30. G.R.Ay.Yudonegoro, named small G.R.Aj.Saptirin

31. Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan PBX, called small BRMG Malikul

Choesno.

32. G.R.M. Sunoto, died at a young age.

33. GRAy.Danuningrat, named small GRAj.Siti Mulat.

34. G.P.H. Cakraningrat II, named small G.R.M. Sudarmaji

35. G.R.Aj.Sutati, died at the age of adulthood.

36. G.R.Ay. Brotojoyo, named small G.R.Aj. Siti Atikah.

37. G.R.Ay.Adip. Joyohadiningrat, named small G.R.Aj. Muryati.

38. G.P.H. Kusumodilogo, named small G.R.M. Sudarmojo.

39. G.R.M. Sudarmadi, died at the age of adulthood.

40. G.R.Ay.Condronegoro, named small G.R.Aj. Sudinah.

41. G.R.Ay. Joyodiningrat, named small G.R.Aj. Suliyah.

42. G.R.M. Danangjoyo, died at a young age.

43. G.R.M. Suseda, died at a young age.

44. G.R.M. Minak Sunoyo, died at the age of adulthood.

45. G.P.H. Mangkudiningrat, named small G.R.M. Subakdo.

46. G.P.H. Sultanate, called small G.R.M. Harjuna.

47. G.R.Ay.Condronegoro, named small G.R.Aj. Suparti.

48. G.P.H. Mloyokusumo, named small G.R.M. Wiyadi.

49. G.R.M. Ibn Mulki, died at a young age.

50. G.P.H. Sontokusumo, named small G.R.M. Rustamaji.

51. G.P.H. Prabumijoyo, named small G.R.M. Siswaji.

52. G.R.Aj. Siti Imamate, died at a young age.

53. G.R.M. Suwito, died at a young age.

54. G.R.Ay. Mangkukusumo, named small G.R.Aj. Build history.

55. G.R.M. Pamade, died at the age of adulthood.

56. G.P.H. Notodiningrat, named small G.R.M. Janoko.

57. G.R.M. Sutrono, died at a young age.

58. G.P.H. Prabuwinoto, named small G.R.M. Narayana
Literature

· Andjar Any. 1980. Raden Ngabehi Ronggowarsito, What Happened? Semarang: Aneka Science

· Purwadi. 2007. History of the Kings of Java. Yogyakarta: Media Studies

· M.C. Ricklefs. 1991. History of Modern Indonesia (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada

University Press


This site has been prepared by the author since 2004, only just published this in 2011.

In addition, readers can see and read on
RM.Koesen and also on;
KELUARGA PAKOE BOEWONO.


For the offspring data back Sinuwun Pakoeboewono IX can contact e-mail address: , readers can also read in www.siskspakoeboewonoix.co.cc

or at the Secretariat address Sentonodalem Sinuwun Pakoeboewono IX

The data collection Trahdalem and Sentanadalem Pakoe  Boewono we do because the reasons as below:

1.Needs the printed book, which is similar to social networking, and data base and also the website or blogspot that informs children Pakoe Boewono descent, because all this data in Surakarta Palace impressed in disarray, which often led to disappointment in children Pakoe Boewono descent.
2.Needs also a community Pakoe Boewono the Independent, which has nothing to do with the change of officials / Pengageng Kasentanan or Kusumawandowo, Because keep in mind also that any change of officials / Pengageng Kasentanan definitely no transfer / handover of officials / Pengageng old to the officers / Pengageng new (due to the removal of many data and data manipulation in the office Kasentanan).
3.It also necessary to establish the Society of Independent Pakoe Boewono a bandwagon that is not in conflict King twins (because it was thought well of Kanjeng Prince Widijatmo Sontodipuro, that: "let it be about the King of twins that's their business (hereditary / biological children PB . XII ed.), it's like inheritance rights, we the people (subjects ed.) are not entitled to the bandwagon, because we are not the heirs "). So there is a tendency of assuming that the Surakarta Palace belongs to the legacy of Pb.XII and PB.XII biological children, that it raises concern about the nature and attitude of arrogance and Sentanadalem Trahdalem regarding data collection on children's biological PB.XII against children descendants Pakoe Boewono I through XI.

For the data back Sinuwun  Pakoeboewono decendants can contact e-mail address: rm.soegiyo @  yahoo.com.
or at the Secretariat  address Sentonodalem Sinuwun Pakoeboewono;
www.pakoeboewono.blogspot.com;
(If  you advertise on our blog or website please contact the e-mail us  or our phone number), any size of ad size and placement of advertising the position we are providing.

0 komentar:

Poskan Komentar